Kedatangan Sang Juru Selamat yang dinantikan oleh umat kristiani di seluruh dunia sudah semakin dekat. Untuk menyambut kedatangan Sang Juru Selamat ini, Gereja secara khusus memang seluruh umat kristiani untuk melaksanakan Sakramen Tobat sebagai sarana rekonsiliasi dengan Allah & sesama. Dari arti katanya, rekonsiliasi berarti ‘memulihkan hubungan’. Tentu memulihkan hubungan kepada suasana damai. Maka, untuk mau me-rekonsiliasi pasti diperlukan kesadaran & pemeriksaan batin masing-masing akan kesalahan yang pernah diperbuat. Kesadaran & pemeriksaan batin ini dibawa kedalam Sakramen Tobat sebagai penyesalan & niat memperbaiki diri kearah yang lebih baik.
Para Imam-imam di Kevikepan Jogja Timur saling berkolaborasi untuk mengusahakan pelaksanaan safari pengakuan dosa bagi umat di masing-masing Paroki. Dalam kolaborasi ini, setiap imam menjadwalkan pelaksanaan pengakuan dosa dan saling bergantian melayaninya. Untuk giliran jadwal pelaksanaan pengakuan dosa di Paroki St. Albertus Agung Jetis jatuh pada hari Senin, 12 Desember 2022 tepatnya pukul 16.30-19.30 WIB.

Sesuai dengan jadwal yang ditentukan, pelaksanaan safari pengakuan dosa diawali dengan ibadat tobat dan dilanjutkan dengan pengakuan dosa secara pribadi di bilik pengakuan dosa. Ibadat tobat dipimpin oleh Pak Wawan sebagai salah satu Prodiakon Paroki Jetis. Pak Wawan mengantar umat pada suasana tobat lewat permenungan dalam salah satu perikop Kitab Suci. Dengan merenungkan Perikop Anak yang Hilang (Lukas 15:11-32), kita semua diajak untuk bangkit & percaya bahwa ada ampun dari Bapa seperti yang dialami oleh anak bungsu. Keadaan sulit & haus akan kasih sayang dari Bapanya, membuat si Bungsu memberanikan diri untuk datang meminta pengampunan pada Bapa. Respon yang tak terduga dari Bapa atas keberanian dari si Bungsu, malah membuat iri si Sulung. Tetapi, dengan kebijaksanaan Bapa terucaplah: “Kita patut bersukaria dan bergembira karena saudaramu telah mati dan hidup kembali. Ia telah hilang dan ditemukan kembali.”

Perikop Anak yang Hilang sangat cocok dengan pelaksanaan safari pengakuan dosa. Masing-masing pribadi dipanggil seperti si Bungsu. Puji Tuhan, berbondong-bondong umat di Paroki Jetis datang dan meng-antri di depan bilik pengakuan dosa, padahal sudah ada 6 bilik pengakuan dosa yang diisi oleh Imam-imam Kevikepan Jogja Timur. Dengan kesabaran dan keteraturan antri, pengakuan dosa secara pribadi berjalan dengan lancar. Semoga kedepannya semakin banyak umat kristiani yang lebih banyak lagi mengikuti safari pengakuan dosa.
.
Penulis: Chris Cerly Rika Saraswati (Mahasiswi PENDIKKAT USD)
.
.









