Renungan Harian Hari Ini 1 Juni 2023, Bacaan Injil

Renungan Harian Hari Ini 1 Juni 2023, Bacaan Injil Markus 10:46-52 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Sir. 42:15-25; Mazmur: 33:2-3,4-5,6-7,8-9; PEKAN BIASA VIII; Pw St.Yustinus, Mrt. (M);

Pada suatu hari Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Yerikho. Ketika Yesus keluar lagi dari Yerikho, bersama murid-murid-Nya, dan orang banyak yang berbondong-bondong, duduklah di pinggir jalan seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus. Ketika didengarnya bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: “Anak Daud, kasihanilah aku!”

Lalu Yesus berhenti dan berkata: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya: “Kuatkan hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau.” Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Tanya Yesus kepadanya: “Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang buta itu: “Rabuni, supaya aku dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 1 Juni 2023, Bacaan Injil

Tuhan itu absolut, tetapi pengetahuan manusia tentang Tuhan tidak pernah absolut. Ini mengingatkan bahwa kemampuan manusia untuk mengetahui sangat terbatas. Fatamorgana menunjukkan keterbatasan indra penglihatan sebagai salah satu sumber pengetahuan manusia.

Sikap kaum fundamentalis yang meyakini bahwa hanya mereka yang memiliki pengetahuan yang benar tentang Tuhan adalah sebuah arogansi. Arogansi itulah yang membuat mereka tidak mau mendengarkan orang lain, mudah menuduh bahwa yang lain sesat, dan bahkan bernafsu menyingkirkan yang berbeda keyakinan.

Santo Yustinus, martir, terkenal karena ajarannya tentang logos spermatikos, yakni benih-benih Sabda yang ditemukan dalam kepercayaan non-Kristiani. Ia yakin bahwa agama Kristiani itu paling benar dan layak diimani, tetapi ia tidak menyangkal bahwa dalam agama-agama lain pun ada benih-benih kebenaran yang layak dihormati pula. Keyakinan semacam ini dapat menjadi dasar bagi sikap toleransi.

Bartimeus dalam Injil hari ini mengingatkan kita akan pentingnya kerendahan hati: penglihatan kita terbatas atau bahkan kita masih buta sehingga belum paham sepenuhnya. Maka, kita perlu minta pada Yesus agar mata kita dibuka-Nya sehingga dapat melihat benih-benih kebenaran dalam diri mereka yang berkeyakinan lain.

.

Tuhan Yesus, Engkaulah Kebenaran sejati. Bukalah mata kami agar dapat melihat kebenaran dalam diri orang lain. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here