Renungan Harian Hari Ini 15 April 2022, Bacaan Injil Yohanes 18: 1-19:42
Bacaan I: Yes. 52:13-53:122; Mazmur: 31:2.6.12-13.15-16.17.25; R: Luk. 23:46; Bacaan II: Ibr. 4:14-16; 5:7-9; JUMAT AGUNG (M) B. Pedro Gonzalez; B. Damian de Veuster;
Setelah Yesus mengatakan semuanya itu keluarlah Ia dari situ bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan mereka pergi ke seberang sungai Kidron.
Di situ ada suatu taman dan Ia masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya.
Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.
Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: “Siapakah yang kamu cari?”
Jawab mereka: “Yesus dari Nazaret.” Kata-Nya kepada mereka: “Akulah Dia.”
Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka. Ketika Ia berkata kepada mereka: “Akulah Dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.
Maka Ia bertanya pula: “Siapakah yang kamu cari?” Kata mereka: “Yesus dari Nazaret.”
Jawab Yesus: “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.”
Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: “Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorang pun yang Kubiarkan binasa. “
Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang itu, menetakkannya kepada hamba Imam Besar dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus.
Kata Yesus kepada Petrus: “Sarungkan pedangmu itu; bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?”
Maka pasukan prajurit serta perwiranya dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia.
Lalu mereka membawa-Nya mula-mula kepada Hanas, karena Hanas adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Besar;
dan Kayafaslah yang telah menasihatkan orang-orang Yahudi: “Adalah lebih berguna jika satu orang mati untuk seluruh bangsa.” (Bacaan selengkapnya lihat Kitab Suci!)
.

.
Renungan Harian Hari Ini 15 April 2022, Bacaan Injil
Cinta itu bukanlah sekadar diucapkan, tetapi mesti selalu menjiwai setiap perbuatan, pekerjaan, dan pelayanan kita.
Pada hari Jumat Agung ini, kita serentak sunyi. Tidak ada perayaan Ekaristi. Tidak ada arak-arakan pesta.
Kita sebagai umat Allah diajak untuk berefleksi di dalam sunyi perihal penderitaan dan kematian Kristus di salib.
Tuhan telah menderita dan wafat. Apa makna peristiwa itu bagi kita? Apakah sekadar peristiwa biasa?
Dalam iman, kita meyakini bahwa Tuhan rela menderita dan wafat karena cinta-Nya bagi kita. Karena cinta-Nya, Ia memberikan nyawa-Nya untuk kita.
Ia setia pada tugas dari Bapa-Nya, yakni menyelamatkan kita umat manusia dari kubang dosa;
Ia mengangkat kembali derajat kita manusia yang berdosa menjadi anak-anak Allah.
Ia memulihkan hubungan kita dengan Bapa-Nya yang tercabik-putus karena dosa-dosa kita dengan Darah-Nya.
.
Tuhan, kuatkanlah kami dalam menapaki jalan salib hidup kami. Semoga kami mampu belajar setia dari-Mu. Amin.
.
Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia
Baca Juga (KLIK):









