Renungan Harian Hari Ini 16 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 2:18-22
Bacaan I: lbr. 5:1-10; Mazmur: 110:1.2.3.4; R:4bc; PEKAN BIASA II (H) St. Bernardus, dkk;
Waktu itu, murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa. Pada suatu hari datanglah orang-orang kepada Yesus dan berkata: “Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.”
.

.
Renungan Harian Hari Ini 16 Januari 2023, Bacaan Injil
Perkembangan teknologi membawa serta perubahan dalam banyak bidang termasuk budaya. Barangkali kita sering mendengar keluhan orang tua terhadap anak-anak mereka, atau keluhan guru-guru terhadap anak-anak didik mereka. Para orang tua atau para guru sering kali menggunakan kata-kata ini: “Anak-anak sekarang tidak sama dengan anak-anak zaman dahulu.”
Perbandingan ini bisa membantu, namun sering kali yang muncul justru kekecewaan, kekesalan, dan kemarahan. Sebab itu, pantaslah kalau kita merenungkan Injil hari ini: “Anggur baru hendaknya disimpan dalam kantong kulit yang baru pula.” Artinya, mari kita memahami dan menghadapi generasi masa kini dengan mentalitas dan perkembangan masa kini. Mari kita berelasi dengan anak-anak zaman now melalui pendekatan yang akrab dengan mereka.
Pendekatan zaman old mungkin saja masih baik, namun kurang tepat untuk diterapkan pada situasi masa kini karena karakternya berbeda. Kalau dipaksakan, keduanya tidak akan puas sehingga hasilnya malah keretakan. Lebih jauh kita renungkan bahwa barangkali baik kalau kita mengerti dan mengekspresikan cara hidup beriman kita dengan berbagai pendekatan baru sesuai perkembangan zaman sehingga hidup kita senantiasa dibarui dan tidak asing bagi generasi masa kini.
.
Ya Tuhan, bantulah kami memahami dan mengikuti-Mu sesuai tanda-tanda zaman di sekitar kami. Amin.
.
Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia
Baca Juga (KLIK):
.
.









