Renungan Harian Hari Ini 2 April 2023, Bacaan Injil Matius 26:14-27:66 (Mat. 27:11-54)
Bacaan I: Yes. 50:4-7; Mazmur: 22:8-9,17-18a, 19-20,23-24; Bacaan II : Flp. 2:6-11; O PEKAN II; MINGGU PALMA: MENGENANGKAN SENGSARA TUHAN (M);
Sekali peristiwa, pergilah seorang dari kedua belas murid Yesus, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus. Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?”
Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. Setelah hari malam Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab! – klik disini)
.

.
Renungan Harian Hari Ini 2 April 2023, Bacaan Injil
Ketika Yesus memasuki Yerusalem, nubuat Nabi Zakharia tergenapi (Za. 9:9). Dengan menunggang seekor keledai betina, sebagaimana pernah dilakukan Raja Salomo dalam prosesi kerajaan (1 Raj. 1:38-41), Yesus tampil sebagai Raja Damai yang dirindukan oleh bangsa Israel. Ketika orang banyak menyerukan ‘Hosana” yang berarti “Selamatkanlah kami sekarang” (2Sam. 14:4), Yesus menjadi tumpuan harapan bahwa dengan perantaraan-Nya, Allah akan menyelamatkan umat-Nya.
Di sini, Yesus ditampilkan sebagai pengejawantahan sosok Hamba Yahweh dalam nubuat Yesaya. Hamba Yahweh ini berperan penting untuk membangkitkan semangat dan harapan bagi bangsa Israel yang menderita karena pembuangan di Babel. Namun, cara Yesus menyelamatkan umat-Nya berbeda daripada yang diharapkan orang banyak. Bukan dengan cara yang ajaib dan spektakuler, melainkan dengan penderitaan dan wafat di kayu salib.
Semarak penyambutan Yesus sebagai raja yang penuh dengan sukacita dan optimisme perlahan-lahan memudar dalam beberapa hari selanjutnya. Yesus harus menapaki jalan yang sudah ditakdirkan oleh Bapa-Nya: dari penderitaan menuju keselamatan dan kemuliaan. Tidak semua orang mampu memahami cara Allah menyelamatkan manusia seperti ini. Akan tetapi, sebagai murid yang belajar dari Kristus, kita mesti sadar bahwa penderitaan adalah bagian dari kehidupan dan cara Allah yang penuh misteri dalam menyelamatkan kita.
.
Tuhan Yesus, kuatkanlah kami ketika kami sedang mengalami penderitaan dan kesulitan dalam hidup. Satukanlah penderitaan kami dengan penderitaan-Mu sehingga kami sanggup menanggungnya. Amin.
.
Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia
Baca Juga (KLIK):
.
.









