Renungan Harian Hari Ini 2 Mei 2023, Bacaan Injil Yohanes 10:22-30 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Kis. 11:19-26; Mazmur: 87:1-3,4-5,6-7; PEKAN PASKAH IV; Pw St.Atanasius Agung; UskPujG (P);
Pada hari raya Penahbisan Bait Allah di Yerusalem, ketika itu musim dingin, Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. Dan orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya;
pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.”
.

.
Renungan Harian Hari Ini 2 Mei 2023, Bacaan Injil
Sejak awal mula, Allah memanggil manusia untuk berelasi dalam persatuan dengan-Nya. Demikian yang dapat kita lihat baik dalam kisah penciptaan manusia maupun dalam kisah para bapa orang beriman, seperti Abraham, Ishak, dan Yakub. Namun, seiring perkembangan masyarakat manusia yang mulai membangun bangsa dan kerajaan, gambaran tentang kemuliaan dan keselamatan yang dijanjikan Allah bercampur dengan gambaran kemuliaan duniawi yang diidealkan manusia.
Maka, pemahaman akan jati diri Mesias pun demikian, yakni Penyelamat yang akan menuntun bangsa Israel kepada kemuliaan kerajaan, layaknya kerajaan besar dan penuh kejayaan yang mereka kenal. Yesus mengingatkan orang sezaman-Nya bahwa kesejatian kemuliaan dan keselamatan manusia bertumpu pada persatuan dengan Allah. Panggilan kita adalah untuk bersatu dengan Allah dan menikmati sukacita yang lahir karena persatuan tersebut.
Para rasul telah mengalami persatuan dan sukacita. Pewartaan akan persatuan dan sukacita itu menjadi awal mula lahirnya Gereja. Pada zaman kita, perlulah kita terus menghidupkan kerinduan akan perjumpaan dan persatuan dengan Allah supaya hidup kita dipenuhi sukacita dan dengan sendirinya menjadi kesaksian yang hidup akan keselamatan sejati.
.
Ya Bapa, kami bersyukur karena kasih-Mu yang begitu besar. Bangkitkanlah kerinduan dalam diri kami untuk selalu hidup dalam persatuan dengan Engkau sendiri. Amin.
.
Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia
Baca Juga (KLIK):
.
.









