Renungan Harian Hari Ini 23 April 2022, Bacaan Injil Markus 16:9-15
Bacaan I: Kis. 4:13-21; Mazmur: 118:1.14-15a.16a.18.19-21;R: 21a; OKTAF PASKAH I (P) St. Adalbertus; St. Georgius; B.Helena dr Udin; B.Maria Gabriella Saghedu; Egidius dr Assisi;
Setelah Yesus bangkit dari antara orang-orang mati, pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena.
Dari pada-nya Yesus pernah mengusir tujuh setan. Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.
Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.
Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.
Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.
Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka,
oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”
.

.
Renungan Harian Hari Ini 23 April 2022, Bacaan Injil
Di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini, kita diminta untuk taat menjaga jarak fisik.
Namun, jarak fisik bukan menjadi penghalang bagi kita untuk selalu dekat secara batin dengan yang lain.
Saling mendoakan dan memotivasi satu sama lain adalah bukti jarak fisik itu bisa dipangkas sedemikian dekat dalam jarak emosional.
Dalam emosi dan perasaan, kita tetap merasa dekat satu sama lain.
Tuhan yang sudah wafat di palang salib pun sedemikian dekat dengan para murid setelah kebangkitan-Nya.
Ia berulangkali menampakkan diri kepada murid-murid-Nya, yang menunjukkan betapa Ia dekat dengan kita.
Namun, para murid yang telah sekian tahun hidup dengan Sang Guru Kehidupan dari Nazaret itu malah tidak percaya kalau Ia tetap hadir dalam seluruh pergumulan mereka.
Mereka masih susah untuk percaya dengan kesaksian antara sesama mereka yang melihat Tuhan.
Maka, Yesus mencela ketidapercayaan dan kedegilan hati mereka.
Bagaimana dengan kita? Apakah kita sungguh percaya dengan kesaksian para rasul tentang Yesus?
Yesus meminta kita untuk pergi menjadi saksi-Nya ke seluruh bumi. Hanya, bagaimana kita menjadi saksi tentang Tuhan kalau kita tidak percaya kepada-Nya?
.
Tuhan, buatlah kami berani untuk menjadi saksi sebagai anak-anak terang. Amin.
.
Sumber renungan: Ziarah Batin 2022, OBOR Indonesia
Baca Juga (KLIK):









