Renungan Harian Hari Ini 31 Januari 2023, Bacaan Injil Markus 5: 21-43
Bacaan I: lbr. 12:1-4; Mazmur: 22:26b-27,28,30,31-32; PEKAN BIASA IV; Pw St.Yohanes Bosko, Im (P);
Sekali peristiwa, setelah Yesus menyeberang dengan perahu, datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia. Ketika itu Yesus masih berada di tepi danau. Maka datanglah seorang kepala rumah ibadat yang bernama Yairus. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah Yairus di depan kaki-Nya. Dengan sangat ia memohon kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir mati. Datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan tetap hidup.”
Lalu pergilah Yesus dengan orang itu. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia dan berdesak-desakan di dekat-Nya. Adalah di situ seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuk.
Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya. Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orangbanyak dan bertanya:
“Siapa yang menjamah jubah-Ku?” Murid-murid-Nya menjawab: “Engkau melihat bagaimana orang-orang ini berdesak-desakan dekat-Mu, dan Engkau bertanya: Siapa yang menjamah Aku?” Lalu la memandang sekeliling-Nya untuk melihat siapa yang telah melakukan hal itu. Perempuan itu, yang menjadi takut dan gemetar ketika mengetahui apa yang telah terjadi atas dirinya, tampil dan tersungkur di depan Yesus dan dengan tulus memberitahukan segala sesuatu kepada-Nya. (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab!)
.

.
Renungan Harian Hari Ini 31 Januari 2023, Bacaan Injil
Dalam Injil dikisahkan beberapa orang dari keluarga Yairus datang dan mengatakan bahwa anak perempuan Yairus sudah mati. Mereka mengatakan, “Tak perlu lagi merepotkan Yesus, Anakmu sudah mati.” Mereka tidak percaya bahwa apakah permintaan Yairus kepada Yesus untuk menumpangkan tangan dan menyembuhkan anak Yairus masih ada artinya. Akan tetapi, Yesus berkata kepada Yairus, “Jangan takut, percayalah saja!”
“Jangan takut” menandakan kekuasaan ilahi. Yesus tahu keterbatasan manusia, maka la berkata, “Percayalah saja!” Inilah yang disebut dalam Bacaan Pertama bertekun dalam iman. Ada kalanya dalam hidup ini kita mengalami keadaan atau pengalaman batas. Kita berhadapan kejadian yang tidak bisa kita hindari, pengalaman pahit yang harus kita lalui, kita sudah berupaya maksimal, tetapi belum ada tanda-tanda keluar dari permasalahan itu.
Pada saat inilah kita menaruh harapan dan kepercayaan kepada Tuhan. Kita sudah mengupayakan yang maksimal dan kita berserah pada Tuhan. Yesus tidak bisa tinggal diam ketika berhadapan orang yang minta belas kasihan dan menaruh harapan dan kepercayaan kepada-Nya. Yesus memberikan perhatian dan kasih. Inilah yang menyembuhkan dan yang menghidupkan kita.
.
Ya Bapa, bimbinglah kami agar semakin percaya dan berpasrah kepada-Mu. Amin.
.
Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia
Baca Juga (KLIK):
.
.









