Renungan Harian Hari Ini 6 Juni 2023, Bacaan Injil

Renungan Harian Hari Ini 6 Juni 2023, Bacaan Injil Markus 12:13-17 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Tob. 2:10-23; Mazmur: 112:1-2.7bc-8.9; R:7c; PEKAN BIASA IX (H); St.Norbertus;

Pada waktu itu, beberapa orang Farisi dan Herodian disuruh menghadap Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?”

Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: “Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!” Lalu mereka bawa. Maka la bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?” Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!” Mereka sangat heran mendengar Dia.

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 6 Juni 2023, Bacaan Injil

Hari ini, Yesus mewujudkan apa yang la sendiri nasihatkan: “Hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Mat.10:16). Orang yang tulus selalu jujur dalam kata dan perilakunya. Tidak ada yang perlu disembunyikannya sehingga tidak ada yang perlu ditakutkannya. Orang-orang Farisi yang memusuhi Yesus pun mengakui, “Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut pada siapa pun juga” (ay. 14). Sebaliknya, seorang penipu, pembohong, atau pencuri selalu was-was karena takut keburukannya terbongkar.

Ketulusan dan kejujuran ini pula yang diupayakan Tobit dalam bacaan pertama. Kendati telah menjadi buta dan tergantung pada istrinya, Tobit tetap ingin hidup jujur dalam kemiskinannya. Maka, ia meminta istrinya untuk mengembalikan anak kambing yang dibawa pulang istrinya, sekiranya itu dicuri dari orang. Walaupun kejujuran itu penting, kadang tidak mencukupi. Orang perlu juga cerdik dalam hidup. Sebab, anak-anak dunia yang culas memiliki banyak cara untuk memperdaya orang jujur.

Orang-orang Farisi hendak memperdaya Yesus yang jujur lewat pertanyaan yang menjebak, tetapi tidak berhasil, sebab Yesus mengetahui maksud jahat mereka. Cerdik berarti mampu melihat yang tersirat di balik yang tersurat, niat asli di balik kepalsuan ekspresi. Yesus yang cerdik tidak bersikap reaktif dan terperangkap dalam irama pertanyaan yang disodorkan. Ini menjadi lebih mudah bagi Yesus karena la bukan orang yang mencari muka. Sikap suka mencari muka bisa menghambat orang untuk bersikap jujur maupun untuk jernih dalam berpikir.

.

Ya Yesus, bantulah kami agar dapat hidup sebagai murid-Mu yang tulus dan cerdik. Semoga kami teguh dalam kejujuran kendati ada banyak godaan di sekitar kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here