Renungan Harian Hari Ini 7 April 2023, Bacaan Injil

Renungan Harian Hari Ini 7 April 2023, Bacaan Injil Yohanes 18:1-19:42

Bacaan I: Yes. 52:13-53:12; Mazmur: 31:2,6,12-13,15-16,17,25; Bacaan II : lbr. 4:14-16; 5:7-9; JUMAT AGUNG (M);

Pada waktu itu, Yesus bersama-sama dengan murid-murid-Nya pergi menyeberangi sungai Kidron. Di situ ada suatu taman dan la masuk ke taman itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. Yudas, yang mengkhianati Yesus, tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid-murid-Nya. Maka datanglah Yudas juga ke situ dengan sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi lengkap dengan lentera, suluh dan senjata.

Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: “Siapakah yang kamu cari?” Jawab mereka: “Yesus dari Nazaret.” Kata-Nya kepada mereka: “Akulah Dia.” Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka. Ketika Ia berkata kepada mereka: “Akulah Dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah. Maka Ia bertanya pula: “Siapakah yang kamu cari?” Kata mereka: “Yesus dari Nazaret.”

Jawab Yesus: “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.” Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: “Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorang pun yang Kubiarkan binasa.” (Bacaan selengkapnya lihat di Alkitab! – klik disini)

.

renungan harian hari ini

.

Renungan Harian Hari Ini 7 April 2023, Bacaan Injil

Penderitaan dan kematian Yesus di salib adalah tragedi sekaligus kemuliaan. Itulah yang kita kenangkan dalam hari Jumat Agung. Seperti Hamba Yahweh yang dinubuatkan Nabi Yesaya, Yesus harus menanggung kejahatan dan kesalahan banyak orang, menyerahkan nyawa-Nya ke dalam maut, dan dianggap sebagai pemberontak (Yes. 53:12). Yesus yang selama hidup-Nya melayani dan menebarkan kebaikan bagi sesamanya, tetapi wafat disalib seperti kriminal, adalah sebuah tragedi yang menyayat hati.

Yesus menerima tragedi ini karena percaya kehendak Bapa-Nya akan terlaksana dalam sikap penyerahan diri-Nya (bdk. Yes. 53:10). Namun, di balik tragedi ini, terungkap pula kemuliaan Yesus. Kemuliaan-Nya nyata dalam sikap taat dan rendah hati. Dengan bersikap taat, Yesus membuat diri-Nya sempurna di hadapan Bapa-Nya sekaligus menjadi pangkal keselamatan abadi bagi umat beriman (Ibr. 5:9). Sebagai murid Yesus, kita perlu bercermin dan belajar dari kematian Yesus di salib.

Tragedi terkadang menghampiri kita seperti tamu yang tidak diundang. Seperti Yesus, kita pun harus menanggung dan dipaku pada ‘salib’ tragedi itu. Ketika merasa tidak kuat lagi, kita mesti sadar bahwa tragedi ini nantinya akan berakhir pada kemuliaan hidup kita. Berani menerima dan taat atas salib kita, adalah pintu masuk ke dalam keselamatan dan kemuliaan kita.

.

Tuhan Yesus, bantulah kami untuk berani berkorban demi keselamatan dan kebaikan sesama. Sebab kami sadar bahwa dalam pengorbanan, kami menemukan makna cinta yang sejati. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here