Renungan Harian Hari Ini 8 Februari 2023, Bacaan Injil Markus 7:14-23
Bacaan I: Kej. 2:4b-9.15-17; Mazmur: 104:1-2a.27-28.29bc; R:1a; PEKAN BIASA V (H); St.Hieronimus Emilianus; Sta.Yosefina Bakhita;
Pada suatu hari, Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” [Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!] Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu. Maka jawab-Nya:
“Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian, Ia menyatakan semua makanan halal. Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinaan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”
.
.
Renungan Harian Hari Ini 8 Februari 2023, Bacaan Injil
Penciptaan manusia dari tanah liat menunjukkan adanya kesamaan antara manusia dengan ciptaan lainnya, yaitu semua ciptaan terbuat dari debu tanah. Kesamaan ini harus mengingatkan manusia untuk memperlakukan ciptaan sebagai sesama “subjek”, bukan “objek”.
Tanah liat juga menunjukkan kerapuhan manusia, sifat manusia yang mudah pecah. Meskipun rapuh, segala ciptaan itu tidak najis karena semuanya diciptakan dalam keadaan sungguh amat baik dan karena berasal dari Allah. Allah menyerahkan seluruh ciptaan itu untuk digunakan oleh manusia. Semua ciptaan itu halal dan boleh dimanfaatkan untuk kesejahteraan manusia. Tugas manusia bukan untuk mengeksploitasi, melainkan untuk mengusahakan dan memelihara seluruh alam semesta.
Manusia diminta untuk menjaga dan merawat semua yang diciptakan Tuhan dengan baik adanya, sebagaimana Tuhan menjaga dan merawat kita.
.
Ya Allah Sang Pencipta, terima kasih atas segala ciptaan yang indah yang Kau sediakan bagi kesejahteraan kami. Sadarkanlah kami akan maksud penciptaan-Mu sehingga kami tidak hanya menikmati ciptaan-Mu, tetapi juga memelihara dan mengusahakan kelestariannya. Amin.
.
Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia
Baca Juga (KLIK):
.
.










