Renungan Harian Katolik 11 November 2023, Bacaan Injil Lukas 16:9-15 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Rm. 16:3-9.16.22-27; Mazmur: 145:2-3.4-5.10-11: R: 1b; PEKAN BIASA XXXI; Pw St.Martinus dr Tours, Usk (P);
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi.” “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan
jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon.” Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia. Lalu la berkata kepada mereka: “Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.”
.

.
Renungan Harian Katolik 11 November 2023, Bacaan Injil
Dalam penutupan suratnya, Santo Paulus menyapa secara khusus dan personal jemaat di Roma, yang mengambil bagian dalam pelayanan pewartaan Injil. Mereka disebut rekan-rekan kerja dalam iman. Santo Paulus dekat dengan mereka tidak hanya dalam pekerjaan Injil, tetapi juga dekat dan mendalam secara personal. Kedekatan Santo Paulus ini menjadi pilar sekaligus dorongan bagi mereka untuk dekat satu sama lain secara personal. Sebagai pemimpin dan pelayan jemaat atau komunitas, tidak cukup bagi kita sekadar mempunyai rekan kerja yang baik. Kita perlu membangun kedekatan personal dengan rekan kerja dalam satu tim. Tanpa kedekatan personal, teamwork akan kurang bersatu hati. Kesatuan hati dapat dibangun dengan cara sederhana, yakni berbagi kisah hidup, kisah iman, dan terlibat dalam hidup anggota.
Membangun relasi dalam keluarga pun demikian. Relasi kita dengan pasangan dan anak-anak mempunyai dua unsur penting, yaitu fungsional dan personal. Kita berperan sebagai suami dan istri. Peran suami sebagai kepala keluarga dan peran istri sebagai kepala rumah tangga harus berfungsi. Kedua fungsi tersebut sangat berpengaruh kepada roda hidup keluarga dan pendidikan karakter serta emosional anak. Kita juga berperan sebagai ayah dan ibu. Fungsi itu harus kita jalankan dengan benar dalam proses pendidikan iman dan karakter, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, dan hormat.
Baca Juga: Renungan Harian Katolik 10 November 2023
Kita perlu mengembangkan juga aspek personal, yaitu membangun kedekatan emosional antar anggota keluarga. Kedekatan itu dibangun dengan berbagi kisah hidup antara suami-istri, dan antara orang tua dan anak. Namun, jika relasi personal ini tidak disertai dengan peran fungsional, kita akan menjadi pasangan suami-istri yang tidak jelas perannya. Kedua hal ini, peran fungsional dan relasi personal, perlu ada secara seimbang dalam keluarga.
.
Ya Bapa, semoga kami menjadi pemimpin yang semakin bertumbuh dalam relasi karya dan relasi personal dengan rekan kerja dan keluarga kami. Amin.
.
Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia
Baca Juga (KLIK):
.
.









