Renungan Harian Katolik Hari Ini 11 Oktober 2023, Bacaan Injil Lukas 11:1-4 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Yun. 4:1-11; Mazmur: 86:3-6.9-10: R:15b; PEKAN BIASA XXVII (H); St. Yohanes XXI; B.Ellas a Succursu Nieves;
Pada waktu itu, Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika la berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa sebagaimana Yohanes telah mengajar murid-muridnya.” Maka Yesus berkata kepada mereka, “Bila kalian berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berilah kami setiap hari makanan yang secukupnya dan ampunilah dosa kami, sebab kami pun mengampuni yang bersalah setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan.”
.

.
Renungan Harian Katolik Hari Ini 11 Oktober 2023, Bacaan Injil
Dalam salah satu seminar tentang hidup doa, salah satu peserta yang bertanya, “Mana doa Katolik yang paling baik dan powerful?” Narasumber lalu menjawab, “Doa yang keluar dari lubuk hati terdalam. Karena inti dari doa adalah komunikasi hati dengan Tuhan yang adalah sumber kehidupan kita.” Berdoa berarti men-charge kembali kehidupan kita agar tidak lowbatt dan akhirnya mati tanpa daya dan energi.
Doa adalah energi bagi kita, makhluk spiritual. Kita ada dan hidup karena ada napas kehidupan yang diembuskan Tuhan kepada kita. Kita hidup karena adanya spirit Tuhan yang mengisi pribadi kita. Dan spirit itu akan tetap ada dan bernyala ketika kita tetap menjaga relasi kita dengan Sang Pemberi spirit itu. Itulah makna hidup doa. Maka, ketika kita mencabut aliran spirit itu dari diri kita dengan memutus relasi kita dengan Tuhan, kita akan kehilangan segala daya dan akhirnya kita akan kolaps sebagai insan rohani. Secara fisik kelihatan hidup, tetapi sebenarnya secara spirit kita sudah mati.
Baca Juga: Renungan Harian Katolik 10 Oktober 2023 / PERUBAHAN DOA BAPA KAMI
Dalam Injil hari ini, Yesus mengajarkan bagaimana isi doa yang benar. Cara hidup Yesus sudah memberikan kesaksian bahwa Dia selalu menjaga relasi dengan Bapa-Nya, la berdialog secara konsisten. Energi hidup Yesus benar-benar mengalir dari Sang Pemberi Spirit, yaitu Bapa yang mengutus-Nya. Doa Bapa Kami adalah salah satu contoh doa yang diberikan oleh Yesus, bukan satu-satunya doa yang diajarkan Yesus. Pola doa Bapa Kami itulah yang dikehendaki Bapa: diawali dengan pujian syukur, permohonan, dan ditutup dengan pengampunan. Pola doa seperti inilah yang berkenan di hati Allah. Dalam doa, tidak ada tempat dan ruang menghujat atau menyerang orang lain atau Tuhan sendiri.
Sudahkah hari ini kita bersyukur di hadapan Tuhan? Agar doa kita didengar Tuhan, kita harus menyucikan diri kita terlebih dahulu, jangan biarkan hidup kita dipenuhi dendam dan sakit hati. Ampunilah saudara yang bersalah pada kita agar kita semakin disempurnakan di hadapan-Nya. Inilah hakikat dan inti dari sebuah doa.
.
Ya Allah Yang Mahakasih, semoga doa kami selalu keluar dari lubuk hati terdalam sehingga berbuah energi spiritual yang menguatkan untuk semakin menjadi pribadi yang Kau kehendaki. Amin.
.
Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia
Baca Juga (KLIK):
.
.









