Renungan Harian Katolik Hari Ini 11 September 2023, Bacaan Injil Lukas 6:6-11 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Kol. 1:24-2:3; Mazmur: 62:6-7.9; R:8a; PEKAN BIASA XXIII (H); St.Yohanes Gabriel Perboyre;
Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau la menyembuhkan orang pada hari Sabat, agar mereka mendapat alasan untuk menyalahkan Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka. la berkata kepada orang yang mati tangan kanannya, “Bangunlah dan berdirilah di tengah!” Maka bangunlah orang itu dan berdiri di tengah. Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Aku bertanya kepada kalian:
Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan orang atau membinasakannya?” Sesudah itu la memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu, “Ulurkanlah tanganmu!” Orang itu mengulurkan tangannya dan sembuhlah ia. Maka meluaplah amarah ahli-ahli Taurat dan orang Farisi. Lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.
.

.
Renungan Harian Katolik Hari Ini 11 September 2023, Bacaan Injil
Dalam Bacaan Pertama, Paulus bersukacita atas pelayanannya termasuk ketika ia menderita. Penderitaannya adalah penderitaan Kristus, penderitaan yang tak terhindarkan yang menyertai misi setiap pengikut Kristus. Sementara dalam Injil hari ini, Yesus harus menghadapi luapan amarah orang-orang yang tidak senang kepada-Nya, karena la telah menunjukkan kebenaran kepada mereka yaitu bagaimana menjalankan praktik keagamaan secara tepat, misalnya selalu berbuat baik meskipun itu pada hari Sabat.
Baca Juga: Renungan Harian Katolik 10 September 2023
Sebagai orang Katolik yang hidup dalam keberagaman agama dan kepercayaan, apakah kita masih mampu melakukan kebaikan ketika karya kemanusiaan yang kita lakukan dituduh sebagai usaha kristenisasi? Apakah kita masih mau memberi ucapan selamat hari raya keagamaan kepada pemeluk agama lain ketika mereka dilarang memberi ucapan selamat hari Natal kepada kita?
Kita perlu menyatakan kepada yang lain bahwa di atas praktik keagamaan masing-masing agama ada kebaikan universal yang perlu dijunjung tinggi oleh setiap manusia. Itulah tuntutan Injil hari ini. Kita harus siap menghadapi cemoohan, perlawanan, bahkan penganiayaan. Semoga kita tetap bersukacita meskipun mengalami kesulitan dan penderitaan karena Yesus dan InjilNya.
.
Ya Tuhan, bantulah kami selalu mengingat janji-Mu ini: Berbahagialah, jika karena Aku kamu dicela, dianiaya dan difitnah. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di surga. Amin.
.
Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia
Baca Juga (KLIK):
.
.









