Renungan Harian Katolik 12 November 2023, Bacaan Injil Matius 25:1-13 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Keb. 6:13-17; Mazmur: 63:2.3-4.5-6.7-8; R: 2b; Bacaan II: 1Tes. 4:13-18; O PEKAN IV; PEKAN BIASA XXXII (H);
Pada suatu hari, Yesus mengucapkan perumpamaan ini kepada murid-murid-Nya: “Hal Kerajaan Surga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itu pun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”
.

.
Renungan Harian Katolik 12 November 2023, Bacaan Injil
Perumpamaan hari ini mengisahkan lima gadis dengan penuh tanggung jawab mempersiapkan lentara dan minyak yang cukup; sementara lima gadis lain mempersiapkan lentara dan minyak menurut perkiraannya sendiri dan minimalis. Sikap minimalis dan mengandalkan pemikiran sendiri itu pada akhirnya menyulitkan diri sendiri dan orang lain. Maka, tidak mengherankan jika mempelai berkata, “Sesungguhnya aku tidak mengenal kamu,” yang ditutup dengan nasihat: “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya.”
Nasihat ini mengingatkan bahwa hanya ada satu hal yang membuat kita layak masuk dalam Kerajaan Bapa, yaitu melaksanakan tanggung jawab iman kita. Melaksanakan tanggung jawab iman dapat kita lakukan dengan terus berusaha mengenal Tuhan, menerima sakramen, merasul, dan berdoa. Semangat yang minim dalam pelayanan dan tanggung jawab akan merugikan diri sendiri. Dengan semangat seadanya, kita tidak akan bertumbuh dalam keterampilan dan hidup, namun justru merugikan lembaga atau orang yang kita layani dan menyia-nyiakan berkat Tuhan.
Baca Juga: Renungan Harian Katolik 11 November 2023
Pelayanan dan kerja memerlukan tanggung jawab serta kesungguhan kita untuk mengembangkan diri secara maksimal. Dengan memaksimalkan semangat dan potensi diri, kita dapat menjadi orang yang berguna bagi sesama. Lebih dari itu, pada saat yang sama kita juga tengah menghargai diri sendiri. Semua itu hendaknya kita lakukan demi mengagungkan dan memuliakan Tuhan.
.
Ya Bapa, rawatlah iman kami sehingga kami dapat semakin mengenal-Mu, melalui penerimaan sakramen, pelayanan, dan berdoa. Amin.
.
Sumber renungan harian katolik: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia
Baca Juga (KLIK):
.
.









