Renungan Harian Katolik Hari Ini 1 Agustus 2023, Bacaan Injil Matius 13:36-43 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Kel. 33:7-11: 34:5b-9.28; Mazmur: 103:6-13; R:8a; PEKAN BIASA XVII; Pw St.Alfonsus Maria de Liguori, UskPujG (P);
Pada suatu hari, Yesus meninggalkan orang banyak, lalu pulang. Para murid kemudian datang dan berkata kepada-Nya: “Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu.” Yesus menjawab, “Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia. Ladang itu ialah dunia. Benih yang baik adalah anak-anak Kerajaan dan lalang adalah anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
Anak Manusia akan mengutus malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan!”
.

.
Renungan Harian Katolik Hari Ini 1 Agustus 2023, Bacaan Injil
Yesus mengabulkan permintaan para murid untuk menjelaskan perumpamaan tentang lalang di antara gandum. Semua jelas, namun kata penutup-Nya mengusik para murid dan kita: “Barang siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar.” Kita bertelinga, maka kita harus mendengar agar layak menjadi ‘benih gandum baik’ yang tumbuh di ladang dunia.
Paus Fransiskus dalam pesannya pada Hari Komunikasi ke-56 tahun 2022, menyebut umat manusia mulai kehilangan kemampuan mendengarkan. Padahal mendengarkan dan didengarkan adalah dasar komunikasi dan relasi. Karena itu, Bapa Suci mengajak kita untuk mendengarkan dengan telinga hati. Mendengarkan bukan hanya dengan telinga fisik, melainkan juga dengan hati tulus penuh cinta agar terbangun persekutuan yang harmonis.
Seperti Tuhan yang penuh kasih senantiasa mencondongkan telinga, mendengarkan dan membangun relasi kasih dengan umat manusia. Musa mendengarkan Tuhan yang berbicara kepadanya seperti ‘seorang berbicara kepada temannya’: Santo Alfonsus Maria de Liguori yang kita rayakan hari ini juga, mendengarkan Suara Tuhan yang memanggilnya menjadi imam yang kudus. Marilah kita juga mendengarkan Tuhan dan saling mendengarkan satu sama lain untuk membangun persekutuan hidup bersama yang harmonis.
.
Ya Tuhan, ajarlah kami hari ini untuk rendah hati dan lebih suka mendengarkan daripada didengarkan. Amin.
.
Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia
Baca Juga (KLIK):
.
.









