Renungan Harian Katolik Hari Ini 15 Juli 2023, Bacaan Injil

Renungan Harian Katolik Hari Ini 15 Juli 2023, Bacaan Injil Matius 10:24-33 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kej. 49:29-32; 50:15-26a; Mazmur: 105:1-2.34.6-7; R:69:33; PEKAN BIASA XIV; Pw St.Bonaventura, UskPujG (P); 

Pada waktu itu Yesus bersabda kepada kedua belas murid-Nya, “Seorang murid tidak melebihi gurunya, dan seorang hamba tidak melebihi tuannya. Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya, dan bagi seorang hamba, jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya. Jadi, janganlah kalian takut terhadap mereka yang memusuhimu, karena tiada sesuatu pun yang tertutup yang takkan dibuka, dan tiada sesuatu pun yang tersembunyi, yang takkan diketahui.

Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah dalam terang. Dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah dari atas atap rumah. Dan janganlah kalian takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa. Tetapi takutilah Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. Bukankah burung pipit dijual seduit dua ekor? Namun tak seekor pun akan jatuh tanpa kehendak Bapamu. Dan kalian, rambut kepalamu pun semuanya telah terhitung.

Sebab itu janganlah kalian takut, karena kalian lebih berharga daripada banyak burung pipit. Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, dia akan Kuakui juga di depan Bapa-Ku yang di Surga. Tetapi barang siapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan Kusangkal di hadapan Bapa-Ku yang di Surga.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 15 Juli 2023, Bacaan Injil

“Namun, seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapa” (ay. 29). la memelihara kehidupan ciptaan yang terkecil. Bukankah hidup manusia lebih berharga daripada banyak burung pipit? Inilah yang kita imani sebagai Penyelenggaraan llahi bahwa Allah senantiasa menyertai perjalanan hidup kita dan menghendaki kebaikan bagi umat Manusia. la senantiasa setia pada perjanjian yang telah dibuat-Nya dengan kita.

Kisah Yakub dan keturunannya telah menunjukkan bahwa kejahatan tidak pernah dapat mengalahkan rencana kasih Allah bagi manusia. Yusuf mengingatkan saudara-saudaranya bagaimana Allah telah membalikkan rencana jahat mereka menjadi berkat bagi kehidupan Bangsa Israel (bdk. Kej. 50:20). Dengan berpegang pada kesetiaan Allah, Yusuf menjalani lika-liku hidupnya di Mesir dengan penuh iman dan tetap mengupayakan kebaikan bagi banyak orang.

Tuhan Yesus telah memanggil kita untuk memercayakan hidup kita kepada Allah tanpa takut. la juga memberikan teladan untuk menjalani perutusan dengan setia. Pada hari ini, memperingati Santo Bonaventura, seorang uskup dan pujangga yang termashyur akan refleksinya tentang perjalanan jiwa manusia kepada Allah. Bagi Santo Bonaventura, menjadi murid Kristus berarti menjadikan Tuhan Yesus sebagai pusat jiwa atau kehidupan kita, baik dalam hidup doa maupun pikiran, perkataan, dan tindakan.

.

Tuhan Yesus, semoga kami percaya akan penyertaan Bapa dan menjadikan Engkau pusat kehidupan kami. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here