Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Juli 2023, Bacaan Injil Matius 13:18-23 (baca Alkitab – klik disini)
Bacaan I: Kel. 20:1-17; Mazmur: 19:8.9.10.11; R: Yoh. 6:64; PEKAN BIASA XVI (H); B.Yohanes Soret;
Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Dengarkanlah arti perumpamaan tentang penabur. Setiap orang yang mendengar sabda tentang Kerajaan Surga dan tidak mengerti, akan didatangi si jahat, yang akan merampas apa yang ditaburkan dalam hati orang itu, itulah benih yang ditaburkan dalam hatinya. Itulah benih yang jatuh di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah berbatu-batu ialah orang yang mendengar sabda itu dan segera menerimanya dengan gembira.
Tetapi ia tidak berakar dan hanya tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena sabda itu, orang itu pun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar sabda itu, lalu sabda itu terhimpit oleh kekhawatiran dunia dan tipu daya kekayaan, sehingga tidak berbuah. Sedangkan yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar sabda itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus, ada yang enam puluh, dan ada yang tiga puluh ganda.
.

.
Renungan Harian Katolik Hari Ini 28 Juli 2023, Bacaan Injil
Kitab Keluaran menjelaskan 10 perintah Allah yang diturunkan bagi umat Israel. Perintah Allah merupakan aturan yang diturunkan Allah sebagai patokan hidup beriman yang baik. Ada perintah (hormatilah, kuduskanlah), juga ada larangan (jangan membunuh, jangan bersaksi dusta, jangan..). Bunyinya jelas sehingga mudah dipahami. Sering kali dalam kehidupan kita ada godaan untuk mengakali Allah. Ada larangan jangan bersaksi dusta, akan tetapi kita bisa menggunakan akal budi (rasionalisasi), membuat alasan-alasan, kita melakukannya demi alasan kebenaran.
Allah tidak menghendaki manusia mengakali perintah- Nya. Yang dikehendaki Allah adalah setia dan taat pada perintah-Nya. Penginjil Matius hari ini mengingatkan kita tentang jenis-jenis tanah yang ditaburkan benih kebaikan. Semua benih adalah baik, akan tetapi tumbuh atau tidaknya benih tersebut tergantung hati kita. Benih kebaikan telah ditabur ke dalam hati kita, apakah kita mau menjadi tanah yang baik? Ataukah kita memilih menjadi tanah yang berbatu, menghimpit benih kebaikan lalu mati?
.
Tuhan Yesus, semoga kami bisa belajar menjadi tanah yang baik. Berkatilah agar benih kebaikan tumbuh dalam hati kami, supaya kami bisa menjadi baik seperti Engkau. Amin.
.
Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia
Baca Juga (KLIK):
.
.









