Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 Juni 2023, Bacaan Injil

Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 Juni 2023, Bacaan Injil Matius 16:13-19 (baca Alkitab – klik disini)

Bacaan I: Kis 12:1-11; Mazmur: 34:2-3. 4-5. 6-7. 8-9; R:5; Bacaan II: 2Tim. 4:6-8. 17-18; PEKAN BIASA XII; HR ST.PETRUS DAN PAULUS, RASUL (M); 

Sekali peristiwa, Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Jawab mereka: “Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi.” Lalu Yesus bertanya kepada mereka: “Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?” Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”

Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Surga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di surga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di surga.”

.

renungan harian katolik

.

Renungan Harian Katolik Hari Ini 29 Juni 2023, Bacaan Injil

Petrus adalah batu karang di mana Yesus mendirikan Gereja-Nya. Batu karang itu keras dan kokoh sehingga bangunan yang didirikan di atasnya pasti tidak mudah goyah. Namun, kita tahu dari Injil, Petrus menyangkal Yesus sampai tiga kali. Petrus juga tidak kita temukan di bawah salib. Menurut legenda dalam novel Quo Vadis, Petrus lari dari Roma karena takut akan penganiayaan dan kemudian berjumpa dengan Yesus yang justru berjalan masuk ke Roma.

Itu berarti, sebagai manusia, Petrus sebetulnya lemah dan bisa salah. Ia mudah goyah. Bila ia menjadi batu karang yang kokoh, itu karena rahmat Tuhan sendiri. Seperti hari ini, jika Petrus bisa mengakui bahwa Yesus adalah Mesias, itu karena Bapa berkenan menyatakan kepadanya. Dalam Bacaan Pertama, Petrus terlepas dari penjara juga karena campur tangan Allah. Artinya, bukan Petrus sendiri yang hebat, melainkan rahmat Allah yang menopangnya yang membuatnya kuat dan kokoh.

Paulus juga rasul hebat, bahkan dia mendirikan lebih banyak Gereja dibandingkan Petrus. Dia juga mengalami banyak kesulitan dan penderitaan dalam pewartaannya. Secara eksplisit Paulus mengakui bahwa bukan dia yang hebat, melainkan Allah yang membuatnya kuat. “Tuhan telah mendampingi aku…. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa” (ay. 17). Rahmat Allah sendiri bekerja dan memampukan orang-orang yang telah dipilih-Nya untuk menjalankan pelayanan.

Bagi Paulus, “Jika aku lemah, maka aku kuat” (2Kor. 12:10), sebab dalam keterbatasannya rahmat Tuhan sendirilah yang bekerja. Karena itu, Paulus mengakui, “Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya” (ay. 18).

.

Bapa, semoga pelayanan yang kami lakukan hanya demi kemuliaan nama-Mu. Amin.

.

Sumber renungan: Ziarah Batin 2023, OBOR Indonesia

Baca Juga (KLIK):

Ziarah Wisata Gua Maria di Jogjakarta dan Sekitarnya

.

.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here